Journal of Atma

Bagi sebagian yang berkelu lidah (tak mampu bercerita melalui lidah), jari merupakan bagian tubuh yang menjadi anugerah dari Tuhan untuk mereka yang terbungkam atau dibungkam. Menulis tak selalu soal kepiawaian dalam seni sastrawi, tapi menulis adalah bagaimana kamu menjadi dirimu sendiri di sebuah kertas yang kemudian kamu bubuhkan dengan kata hati. 


Aku adalah salah satu dari banyaknya orang yang menjadi terbiasa untuk diam dan tak berkata mengenai persoalan hidup yang ku tapaki. Yang kulalui, akan menjadi huruf yang tersusun menjadi kata dan kawin menjadi runtutan kalimat, kemudian menjadi bagian dari hidupku yang telah berlalu. Tak semua hal dapat menjadi abadi, kecuali kamu menuliskannya.

Atma artinya jiwa,
tak semua jiwa itu bebas dan tak semua jiwa dapat menemukan makna,
tapi menulis dengan sepenuh jiwa akan menghantarkanmu menuju sebuah makna yang berarti kebebasan.

Ketahuilah, aku pernah membaca dari Alwi Johan;

"Menulis, agar tidak pikun"

Bukan pertama kalinya buatku untuk menulis, tapi mungkin akan menjadi pertama kalinya buatku untuk, menjadi berani melambungkan tulisanku ke internet. Karena biasanya aku hanya menulis hanya untuk sekadar menulis jurnal harian, fiksi penggemar, skenario sebelum tidur, cerita-cerita pendek, dan sedikit kutipan sajak. Semua itu hanya ku tulis untuk ku baca sendiri. Dan ini tentu bukan blog pertama ku, karena aku sudah dua kali membuat blog yang berujung pasif karena tak becus dalam merawat dan mengembangkan tulisanku yang berujung mangkrak. Kuharap kali ini dapat berbeda.

Aku tak mengharapkan tulisanku mampu menjangkau dan disukai oleh semua orang, tapi aku berharap melalui tulisanku disini, mampu menjadikan diriku menjadi orang yang lebih ekspresif, setidaknya melalui diksi-diksi yang ku pilih. Mampu menyuratkan pesan yang dapat tersampaikan kepadamu wahai pembaca. 

Sedikit kata-kataku dari tulisan ini, kuharap tak terhenti disini. 
Dariku, Winanta. Untukmu yang kukasihi di dunia ini.

Fadhil | Wenantya Adinata

Suka berangan, tapi lewat tulisan. Berisik, tapi gak nyentrik. Epik, tapi menggelitik.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama